Perkuat Kapasitas Ekosistem Digital, Huawei – BSSN Gelar Kompetisi Keamanan Siber

Bisnis349 Dilihat

MEDAN– Huawei dan Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN), yang merupakan lembaga pendidikan di bawah BSSN, menggelar kompetisi keamanan siber WRECK IT 5.0.

Ajang ini diadakan untuk menjaga keamanan ruang siber dengan memperkuat kapasitas dan kompetensi talenta digital.

Kegiatan dibuka Direktur Politeknik SSN Marsekal Pertama TNI R. Tjahjo Khurniawan ST MSi bersama Cyber Security and Privacy Officer (CSPO) Huawei Indonesia Syarbeni.

Kegiatan diselenggarakan untuk umum dengan melibatkan profesional teknologi dan informasi Komunikasi (TIK), dosen dan mahasiswa, hingga siswa SMA.

“Kompetisi ini digelar untuk meningkatkan kematangan keamanan siber masyarakat sehingga mampu memahami potensi risiko sejak dini dan langkah antisipasi atas serangan siber,” kata Cyber Security and Privacy Officer (CSPO) Huawei Indonesia Syarbeni dalam keterangan tertulis, Senin (26/8/2024).

Menurut Syarbeni, penguatan kompetensi talenta digital merupakan salah satu aspek penting dalam membangun kepercayaan digital.

Dia berharap kegiatan ini dapat memperkuat kepercayaan digital masyarakat di Indonesia dan membangun ekosistem yang lebih berkualitas dengan talenta terampil sebagai motor penggeraknya.

“Huawei akan memberikan dukungan penuh terhadap hal ini,” ujar Syarbeni.

Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Drs. Slamet Aji Pamungkas, M.Eng menuturkan, isu privasi data dan keamanan siber menjadi fondasi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat digital saat ini maupun di masa depan.

Menurutnya, penguatan kompetensi talenta digital di bidang keamanan siber menjadi langkah strategis dalam memperkuat tingkat kepercayaan digital masyarakat.

“Apresiasi tertinggi bagi mitra kami Huawei yang terus berkomitmen dalam implementasi nota kesepahaman antara BSSN dan Huawei. Semoga kontribusi dan kerja sama yang telah terjalin apik ini dapat makin menguat dan menciptakan lebih banyak manfaat lagi ke depannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Politeknik SSN Marsekal Pertama TNI R. Tjahjo Khurniawan ST MT menyatakan pihaknya mengapresiasi dukungan dan kontribusi Huawei pada penyelenggaraan kompetisi ini.

“Melalui pengembangan talenta digital, kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif bagi masa depan ekosistem digital,” ujarnya.

Bertindak sebagai penyelenggara, Politeknik SSN menggunakan format lomba berupa capture the flag dengan tipe jeopardy dan attack/defence.

Pergelaran yang diikuti 239 tim ketegori umum dan 74 tim kategori junior ini menghasilkan 15 finalis yang berlaga di babak final digelar di Huawei Innovation Center, Jakarta.

Tak hanya itu, pada ajang final tersebut juga diselenggarakan workshop dan seminar mengenai tren keamanan siber terkini.

Tampil sebagai pembicara  Drs. Slamet Aji Pamungkas MEng., Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Prof. DR. ENG. Wisnu Jatmiko ST M.Kom.

Selain itu pengajar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Andi Yusuf ST MT, Direktur Operasi Keamanan Siber BSSN, dan Rahin Ainul Yaqin, IT Product Manager Huawei Indonesia.

Sementara posisi moderator diisi pengajar Politeknik SSN Arif Rahman Hakim dan Dimas Febriyan Priambodo.

Adapun, penyelenggaraan WRECK IT 5.0 merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara BSSN dan Huawei untuk menjaga keamanan ruang siber dengan memperkuat kapasitas dan kompetensi talenta digital.

Terkait penyelenggaraan kompetisi WRECK IT 5.0, Direktur Operasi Keamanan Siber BSSN Andi Yusuf mengatakan pihaknya juga mengapresiasi inisiatif Politeknik SSN dan Huawei menggelar kompetisi ini.

“Saya berharap kompetisi ini makin memperkuat postur keamanan digital di Indonesia,” pungkasnya. (swisma)