GLOBALMEDAN.COM-SIBOLANGIT- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (KR5 Sumbagut) dalam periode Januari hingga November 2022, menerima 654 pengaduan konsumen jasa keuangan Sumut.
“Pengaduan yang diterima itu baik melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) maupun datang langsung ke KR 5 Sumbagut,” kata Kepala OJK KR5 Sumbagut, Yusup Ansori pada media gathering di Sibolangit, Kamis (15/12/2022).
Menurut Yusup Ansori, dari total pengaduan tersebut didominasi dari nasabah perbankan sebanyak 317 pengaduan, diikuti nasabah asuransi 153 pengaduan dan perusahaan pembiayaan 112 pengaduan.
Disebutkannya, dalam mewujudkan fungsi pelayanan publik serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Sumut, OJK KR 5 Sumbagut tetap senantiasa menjalankan fungsi perlindungan konsumen dengan menerima dan menindaklanjuti pengaduan nasabah jasa keuangan, sambil menjalankan protokol kesehatan khusus dengan ketat.
“OJK juga dengan rutin melakukan sosialisasi terkait produk dan jasa keuangan ataupun pengetahuan keuangan umum kepada berbagai lapisan masyarakat di Sumut,” ungkap Yusup.
Hadir pada kegiatan tersebut Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) OJK KR5 Sumbagut Anton Purba dan Wan Nuzul Fachri selaku Deputi Direktur Managemen Strategis, EPK dan Kemitraan Pemerintah Daerah OJK KR5 Sumbagut
Pada media gathering bertemakan “Kolaborasi Pelayanan Publik dan Keuangan Berkelanjutan” itu, Yusuf mengatakan upaya ini dilakukan baik secara virtual ataupun secara tatap muka di seluruh kabupaten dan kota di Sumut.
Berbagai kegiatan yang dilakukan secara virtual terdiri dari webinar series “Bareng OJK KR5 Bincang-Bincang Melek Finansial” disingkat sebagai Bobba Massal yang mendatangkan beragam influencer finansial lokal ataupun ibu kota dan Talkshow Keuangan di berbagai radio.
Adapun beberapa kegiatan tatap muka terdiri dari OJK Mengajar, Kelas Sosialisasi, SIMOLEK (Si Mobil Literasi Edukasi Keuangan) on the road, dan SLIK on the road yang diselenggarakan langsung di kabupaten dan kota tujuan.
Selain itu, terdapat juga berbagai expo berskala besar seperti Hari Indonesia Menabung dan Pasar Keuangan Rakyat yang diadakan setiap tahun di Kota Medan.
Yusuf juga memaparkan, OJK bersama TPAKD Sumut juga senantiasa meluncurkan berbagai program dalam rangka peningkatan literasi dan perluasan akses keuangan.
Terdapat beberapa capaian penting dalam program kerja tersebut berdasarkan pemantauan per Triwulan III tahun 2022.
Lebih lanjut dipaparkannya, melalui program Satu Rekening Satu Pelajar atau KEJAR, tercatat sebanyak 3.009.762 pelajar atau 87,44% dari total 3.437.075 pelajar total SD/SMP/SMA di Sumut telah memiliki rekening tabungan di bank.
“Jumlah ini melampaui target nasional 80% di 2022,” ungkapnya lagi.
Demikian juga melalui program One Village One Agent atau OVOA, tercatat sebanyak 5.741 atau 93,96% dari total 6.110 desa/kelurahan di Sumut telah mendapatkan akses Agen Laku Pandai.
Sedangkan melalui program BUMDes Go Digital, tercatat sebanyak 26 BUMDes sudah menjadi agen Laku Pandai.
” Dalam program ini, Pemerintah Daerah secara intensif melakukan penjajakan kepada BUMDes/BUMDesma agar dapat menjadi agen lakupandai dalam rangka meningkatkan akses keuangan serta tambahan pendapatan bagi BUMDes/BUMDesma,” pungkasnya. ( swisma)












