NSI Day 2023 Tawarkan Peluang Investasi Berbagai Proyek Industri di Sumut

Bisnis89 Dilihat

MEDAN– North Sumatra Invest (NSI) Day 2023 merupakan ajang promosi proyek investasi strategis di Sumatera Utara (Sumut)  guna mendorong pemulihan ekonomi berkelanjutan.

“Dalam event ini, kami menawarkan berbagai proyek di sektor industri sekaligus memberi peluang bagi project owner di Sumut untuk mempresentasikan secara lebih luas potensi, prospek, dan keunggulan proyeknya kepada calon investor dan stakeholder terkait,” kata Pj.Gubernur Sumatera Utara Hasanuddin.

Dengan demikian, kata Hasanuddin pada NSI Day 2023 di Hotel JW Marriott Medan, Senin (6/11/2023)  diharapkan terjadi kesepakatan lebih lanjut antara kedua belah pihak untuk saling bekerja sama pada sesi one-on-one meeting di bagian selasar gedung.

Disebutkannya, berbagai projeck yang ditawarkan itu seperti Sei Mangkei Special Economic Zone, Kuala Tanjung Industrial Estate, dan Medan Industrial Estate yang didukung dengan infrastruktur lengkap.

Sehingga peluang berinvestasi di sektor industri pengolahan, katanya sangatlah besar untuk dikembangkan di Sumut ini.

Tingginya minat investor asing dalam sustainable investment, pihaknya memahami pengembangan industri yang lebih ramah lingkungan merupakan bisnis yang perlu terus didorong.

Di kawasan industri Medan, terdapat pengolahan limbah B3 milik Adhi Karya sehingga limbah yang dihasilkan perusahaan di kawasan dikelola terlebih dahulu agar dampak terhadap lingkungan dapat diminimalkan.

Begitu juga dengan Kawasan Ekonomi Khusus di Sei Mangkei, yang telah menerapkan energi surya dan energi biogas dalam memproduksi listrik, sehingga mengurangi penggunaan energi batubara yang tidak dapat diperbarui.

Selain itu untuk mendorong masyarakat Medan, Binjai dan Deliserdang menggunakan transportasi umum demi mengurangi kemacetan dan emisi kendaraan.

“Kami juga memiliki proyek Bus Rapid Transit Medan, Binjai, dan Deli Serdang atau Mebidang,” sebut Hasanuddin.

Hadir juga pada NSI Day itu Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provonsi Sumatera Utara, IGP Wira Kusuma, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Arief Sudarto Trinugroho dan undangan lainnya.

Kegiatan NSI juga bertujuan untuk mendukung pelaksanaan keketuaan Asean oleh Indonesia di tahun ini yang mengangkat tema “Asean Matters: Epicentrum of Growth”.

Selaras dengan tema keketuaan Asean, NSI Day 2023 Hasanuddin berharap dapat mendorong sumber-sumber pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara yang baru dengan tema “Enhancing North Sumatra Economic Growth hrough Sustainable Investment and Financial Inclusion”.

Menurutnya pertemuan ini merupakan komitmen bersama dalam mendorong dan memajukan sektor investasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih terakselerasi.

Seperti diketahui bersama bahwa sektor investasi memiliki andil besar dalam pembentukan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada triwulan II tahun 2023 yang mencapai angka 5,19% (yoy) berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Sektor investasi berhasil menyumbang 29,03% atau sebagai kontributor terbesar ketiga dari sisi pengeluaran setelah konsumsi rumah tangga dan kinerja ekspor.

Konsumsi rumah tangga yang memiliki andil terbesar dalam perekonomian Sumatera utara (50,95%) juga tumbuh solid di triwulan II 2023 sebesar 6,2% yang menjadikan Sumut sebagai pasar yang potensial untuk berinvestasi.

Dari sisi lapangan usaha, katanya Sumatera Utara adalah daerah yang memiliki hamparan area pertanian begitu luas dengan tanah yang subur sehingga cocok untuk dikembangkan berbagai komoditas pertanian.

Berdasarkan data BPS, kontribusi sektor pertanian terhadap total PDRB Sumatera Utara relatif besar, mencapai 23%.

Jumlah tenaga kerja di sektor pertanian juga yang paling besar di Sumatera Utara, mencapai 34,65% dari total penduduk bekerja pada Maret 2023.

Selain pertanian, sektor industri pengolahan juga memiliki potensi investasi yang menarik mengingat kontribusinya terhadap total PDRB Sumatera Utara juga relatif besar, mencapai 18,6%.

Secara umum, Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Daerah saat ini sedang fokus meningkatkan iklim investasi.

“Kami di Sumatera Utara juga sudah siap dengan dukungan pemberian insentif dan kemudahan kepada para investor yang akan berinvestasi,’ ujarnya.

Dukungan nyata terhadap investasi itu ditunjukkan dengan penerbitan Perda No.3 tahun 2023 tentang pemberian insentif dan kemudahan berinvestasi.

Pada Perda ini bertujuan meningkatkan investasi dan kemudahan usaha, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta mendorong peran serta masyarakat dan sektor swasta dalam pembangunan daerah.

Berdasarkan perda tersebut, pemberian insentif dan/atau pemberian kemudahan dilakukan berdasarkan prinsip: kepastian hukum; kenyamanan dalam berusaha; kesetaraan, transparansi, akuntabilitas; dan efektif dan efisien agar lebih memberikan keleluasaan kepada para calon investor.

“Kami juga sangat terbuka jika ada potensi dan peluang investasi baru di luar yang akan kami sajikan,” kata Hasanuddin.

Untuk itu bagi yang ingin berinvestasi, dia mempersilahkan
menjalin komunikasi dengan delegasi atau Tim NSI.

“Kami siap untuk menindaklanjuti dapat diwujudkan, sesuai ketentuan dan kewenangan yang diberikan,” pungkas Hasanuddin.

Senada dengan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Arief Sudarto Trinugroho.

Dia mengatakan, dengan beragam proyek investasi strategis yang siap ditawarkan, demografi Sumatera Utara turut mendukung peluang investasi.

Menurutnya posisi yang strategis ini berbatasan dengan Selat Malaka menempatkan Sumut menjadi pusat perdagangan utama di Indonesia bagian Barat. Demografi daerah ini juga mendukung untuk pasar manufaktur maupun konsumen.

Jumlah penduduk yang besar, bonus demografi, tingkat upah yang kompetitif, dan sumber daya manusia yang memadai menjadikan demografi sumut an advantage like no other.

Diaebutkannya, sebagai salah satu provinsi terbesar sebut dia, di Indonesia, Sumut juga memiliki fasilitas pendukung yang sangat mumpuni untuk meningkatkan investasi yang lebih baik.

Hal itu tercermin pada perbaikan infrastruktur yang memadai, sumber daya manusia yang berkualitas, ketersediaan transportasi yang terintegrasi, pelabuhan, industri, dan pertumbuhan ekonomi yang kuat.

Hingga saat ini, terdapat 6 pelabuhan yang telah beroperasi, 2 di antaranya pelabuhan ekspor-impor; dan terdapat total 7 bandara, dimana 1 di antaranya yakni bandara Internasional Kualanamu telah terintegrasi dengan kereta bandara.

“Dengan konektivitas yang bermacam-macam ini, ekspor Sumatera Utara tumbuh tinggi dengan ekspor utama ke negara Tiongkok, Amerika, dan India,” paparnya.

Dijelaskannya, saat ini, terdapat tujuh proyek investasi strategis yang siap untuk ditawarkan dari sisi kelengkapan dokumen dan telah kami promosikan secara efektif baik di dalam dan luar negeri.

Ketujuh proyek ini juga turut dipromosikan melalui booth yang tersedia di selasar ballroom hotel ini.

Pada NSI 2023 ini dilakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan sejumlah investor besar, antara lain kerja sama antara KEK Sei Mangkei dengan PT Evyap Sabun Indonesia (HQ: Turki), PT Simedarby Oils Sei Mangkei Refinery (HQ: Malaysia), dan PT Emery Oleochemical Indonesia (HQ: USA). ( swisma)