Minyak Goreng PTPN Diserbu Warga di Kota Tua Surabaya

Bisnis55 Dilihat

SURABAYA –  Antusiasme warga terhadap minyak goreng dengan harga terjangkau terlihat dalam bazar yang digelar PT Industri Nabati Lestari (INL), anak usaha PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo, di kawasan Kota Tua Surabaya, Minggu (7/6/2026). Ratusan kemasan minyak goreng yang disediakan habis terjual hanya dalam waktu sekitar satu jam.

Bazar tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok sekaligus menandai penguatan jaringan distribusi minyak goreng di Jawa Timur. Sebelumnya, PT INL bersama Sub Holding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo meresmikan fasilitas pengemasan minyak goreng (filling line) di kawasan Pelabuhan Kalimas, Tanjung Perak, Surabaya.

Dalam kegiatan itu, perusahaan menyediakan 600 kemasan minyak goreng ukuran 900 mililiter yang dijual dengan harga Rp 15.000 per kemasan. Harga tersebut berada di bawah rata-rata harga minyak goreng premium di pasaran.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, keberadaan fasilitas pengemasan di Surabaya diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi dan meningkatkan efisiensi penyaluran produk ke wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

“Melalui kerja sama distribusi dan pengemasan di Surabaya, kami berupaya meningkatkan efisiensi rantai pasok sehingga pasokan minyak goreng lebih terjaga dan masyarakat dapat memperoleh produk berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Jatmiko.

Surabaya dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai salah satu simpul distribusi logistik nasional. Dengan pengemasan yang lebih dekat ke pasar tujuan, biaya distribusi dinilai dapat ditekan sehingga berdampak pada stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen.

Tingginya minat masyarakat terlihat sejak pagi. Antrean warga sudah terbentuk sebelum bazar dimulai. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, warga yang berolahraga di kawasan Kota Tua, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Titi, warga Wonocolo, mengaku tertarik karena harga yang ditawarkan lebih terjangkau dibandingkan produk sejenis yang biasa dibelinya.

“Saya sedang jogging, lalu melihat ada bazar minyak goreng. Kemasannya praktis dan harganya terjangkau, jadi saya ikut mengantre,” katanya.

Hal serupa disampaikan Ani, warga Surabaya yang datang bersama rombongan ibu-ibu PKK. Menurut dia, kualitas produk menjadi salah satu pertimbangan selain harga.

“Saya melihat minyaknya jernih dan kemasannya bagus. Karena harganya juga terjangkau, banyak yang langsung membeli,” ujarnya.

Bagi pelaku UMKM, harga bahan baku yang lebih rendah dapat membantu mengurangi biaya produksi. Sari Siregar, pedagang makanan keliling asal Krembangan Selatan, mengatakan selisih harga minyak goreng sangat berpengaruh terhadap keuntungan usaha kecil.

“Kalau ada minyak goreng yang kualitasnya baik dan harganya lebih murah, tentu sangat membantu pedagang kecil seperti kami,” tuturnya.

PTPN IV PalmCo menyatakan akan terus memperkuat hilirisasi produk sawit dan memperluas jaringan distribusi guna mendekatkan produk kepada konsumen. Langkah tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan nilai tambah industri sawit nasional sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara lebih merata.

Keberhasilan bazar di Surabaya juga menjadi indikasi bahwa kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng berkualitas dengan harga terjangkau masih tinggi. Di tengah fluktuasi harga bahan pangan, akses terhadap produk kebutuhan pokok yang mudah dijangkau tetap menjadi perhatian utama konsumen. (Red)