Luncurkan 4 Program Baru, ISEF 2025 Siap Jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah

Bisnis66 Dilihat

JAKARTA-Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-12  resmi dibuka Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, bersama Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/10/2025) .

ISEF 2025 mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Kemandirian Ekonomi dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif” dan akan berlangsung hingga 12 Oktober 2025.

Perry Warjiyo mengatakan semangat ISEF harus tercermin dalam tiga hal utama, yaitu mengedepankan semangat jama’ah (persatuan), memperluas kemanfaatan bagi umat, dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Rahmatan Lil ‘Alamin.

Perry juga menyampaikan empat komitmen utama yang diusung pada pembukaan ISEF 2025.

Pertama, peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Nasional sebagai panduan strategis dalam memperkuat sektor ekonomi syariah.

Kedua, penguatan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Ketiga, peningkatan operasi serta pembiayaan keuangan syariah.

Keempat, peluncuran Database ZISWAF Terintegrasi guna memperluas pangsa ekonomi syariah nasional.

Penyelenggaraan ISEF tahun ini menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Berdasarkan State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025, Indonesia berhasil mempertahankan posisinya di peringkat ketiga dunia di bawah Arab Saudi dan Malaysia.

Bank Indonesia juga mendapat penghargaan sebagai Best Central Bank of the Year dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah global.

“Kami akan mengangkat empat komitmen yang akan kita tampilkan sebagai suatu capaian tahun ini dan untuk maju ke depan,” kata Perry Warjiyo dalam opening ceremony ISEF 2025

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pesantren, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun kemandirian ekonomi umat.

Sejalan dengan semangat ISEF 2025, BI optimistis pesantren akan menjadi pilar penting dalam membangun ekonomi syariah yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.( swisma)