Hasil Rapat KSSK: Sistem Keuangan Indonesia 2023 Tetap Terjaga

Bisnis76 Dilihat

MEDAN -Hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2024 melaporkan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap stabil.

“Meskipun di tengah risiko pelambatan ekonomi dunia dan ketidakpastian pasar keuangan global, namun stabilitas sistem keuangan Indonesia masih stabil atau tetap terjaga,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada konferensi KSSK, Selasa (30/1/2024).

Dijelaskan Sri Mulyani, stabilitas sistem keuangan pada kuartal IV/2023 yang stabil tersebut didukung kondisi perekonomian dan sistem keuangan domestik yang resilien dan sinergi serta koordinasi dari seluruh komponen KSSK yang terus diperkuat.

Dengan perkembangan tersebut, katanya kondisi ekonomi dan sistem keuangan domestik sepanjang 2023 terjaga baik.

Selain itu mampu mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dia juga menambahkan dengan perkembangan tersebut, kondisi ekonomi dan sistem keuangan sepanjang 2023 terjaga dengan baik dan mampu mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Disebutkannya, KSSK melakukan rapat berkala pertama tahun ini pada Senin, 29 Januari 2024.

KSSK yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur BI, Ketua Dewan Komisioner OJK, dan Ketua Dewan Komisioner LPS, berkomitmen memperkuat sinergi dan koordinasi.

Selain itu juga berkomitmen menjaga kewaspadaan atas risiko perlambatan ekonomi dan berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global 2024.

Demikian juga terhadap rambatan dari sisi global ke ekonomi Indonesia dan keuangan domestik.

Lebih lanjut Sri Mulyani menyebutkan, pada 2024 menjadi fase penting bagi pemulihan ekonomi Indonesia yang terus berlanjut.

Pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan yang solid dan terjaga menjadikan laju ekonomi domestik masih sangat resilien.

Di sisi lain, indikator-indikator makro ekonomi seperti inflasi, nilai tukar rupiah, dan cadangan devisa menunjukkan stabilitas.

Keseluruhan faktor ini saling terkait dan sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan daya saing ekspor, serta mendukung stabilitas ekonomi dan keuangan Indonesia.

Sri Mulyani juga memaparkan,  angka pengangguran menurun menjadi 5,32% dan angka kemiskinan mencapai 9,36%.

Secara keseluruhan, indikator-indikator makro ekonomi menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih relatif baik, didukung berbagai faktor, termasuk kebijakan fiskal dan moneter yang tepat.

“Aktivitas konsumsi masyarakat masih kuat yang didukung dengan tingkat inflasi yang relatif terkendali,” ungkapnya.

Denimian juga penurunan tingkat pengangguran, serta peranan APBN yang secara aktif pada 2023 yang lalu sebagai shock absorber yang terus menjaga daya beli masyarakat.

Bahkan investasi juga mengalami tren penguatan terutama sejak triwulan 1 di 2023.

“Ini sejalan dengan percepatan untuk penyelesaian berbagai proyek strategis nasional,” pungkas Sri Mulyani. (swisma)