GLOBALMEDAN.COM, MEDAN-
Dewan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Islam (UMI) Padang Lawas Utara melakukan aksi massa menyampaikan aspirasinya ke KPPU Kantor Wilayah I
Kedatangan para pengurus UMI itu sekaitan menanggapi turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yabg diterima Devi Siadari selaku Kepala Bidang Kajian dan Advokasi di Ruang Pertemuan Kanwil I.
Koordinator Aksi, Ilham Syahputra didampingi pengurus DPP IMI Paluta dan Satuan Pengamanan Objek Vital menyampaikan permasalahan yang dihadapi petani sawit di Paluta yang disebabkan dugaan monopoli pembelian harga TBS oleh PT PIS dan PT SSSL.
Menurut Ilham pada 22 dan 23 April 2022 harga pembelian TBS oleh PT PIS dan PT SSSL masih berkisar Rp3.000/kg – Rp3.300/kg.
Namun pada 24 April 2022 hingga 26 April 2022 harga TBS di perusahaan tersebut menjadi Rp1.400/kg – Rp1.700/kg. Sedangkan pada 27 April 2022 harganya bisa naik Rp300/kg.
Ilham menilai penuruan harga pembelian TBS oleh perusahaan tersebut tidak wajar dan tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 1 Tahun 2018 tentang pedoman penetapan harga pembelian TBS Kelapa Sawit produksi perkebunan.
Penurunan harga tersebut mengakibatkan kerugian bagi masyarakat dan para pengepul sawit di Pada Lawas Utara.
Menanggapi hal tersebut, Devi menyampaikan apresiasinya kepada DPP IMI atas sikap kritis mereka dalam melihat permasalahan yang ada di masyarakat.
Lebih lanjut Devi menyampaikan berdasarkan pantauan KPPU, penurunan harga TBS memang telah terjadi di beberapa daerah pasca pengumuman pemerintah yang akan melarang ekspor CPO.
Saat ini KPPU masih mendalami perilaku pelaku usaha dalam merespon kebijakan Pemerintah terkait larangan ekspor Crude Palm Oil (CPO). Pelaku usaha bisa saja melakukan penyelewengan untuk memaksimalkan profitnya. Misalnya dengan melakukan menyelundupan CPO atau membatasi kapasitas produksi minyak gorengnya sehingga terjadi overcapacity stock CPO sehingga Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tidak mau lagi memproses TBS. Akibatnya TBS yang telah dipanen tertahan dan harga menjadi jatuh.
BACA JUGA : MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.
“Saat ini KPPU masih menyelidiki permasalahan minyak goreng. Dengan masukan informasi dari kawan-kawan mahasiswa KPPU bisa mengambil inisiatif untuk mendalami permasalahan mengenai CPO dan TBS ini,” ungkapnya
Sebab itu, KPPU akan terus melihat perkembangan dari persoalan harga TBS kelapa sawit ini termasuk di Paluta, sehingga jika ada indikasi permainan harga oleh para pelaku usaha yang seharusnya bersaing, KPPU dapat melakukan pengawasan. ( swisma)