GLOBALMEDAN.COM, SAMOSIR-Bank Indonesia Sumatera Utara gelar capacity building wartawan ekonomi bisnis Medan 2022.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari mulai Jum’at hingga Minggu (14 – 16/ 2022) di Samosir Cottage Resort itu bertemakan wujudkan wartawan ekonomi dan bisnis kota Medan yang profesional melalui digitalisasi.
Pelatihan tersebut dibuka Kepala Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara Doddy Zulverdi dihadiri Komisaris Utama PT Finnet Indonesia Difi Ahmad Johansyah, Direktur Tempo Institute, Qaris Tajudin dan Deputy Direktur BI Sumut Poltak Sitanggang serta Junior Acount Manager Government & SME, Tommy Asikin.
Kepala Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara Doddy Zulverdi pada sambutan pembukaan mengapresiasi kerjasama dengan para media ekonomi dan bisnis di Medan khususnya dalam penyajian pemberitaan mengenai kebijakan dan regulasi BI.
“Sejak saya bertugas di BI Sumut Februari 2022 pemberitaan yang disiarkan semua positif dan berimbang,” kata Doddy.
Untuk itu Doddy berharap sinergi yang baik ini dapat terus mendorong komunikasi kebijakan BI kepada publik dengan lebih efektif dan transparan.
Dalam mewujudkan efektifitas dan transparansi informasi publik, katanya BI memberikan semua informasi yang relevan kepada publik terutama terkait perkembangan ekonomi terkini dan implementasi kebijakan BI secara terbuka, jelas, dan tepat waktu.
“Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya tidak lepas dari peran serta rekan-rekan media khususnya wartawan ekonomi dan bisnis Kota Medan yang menjadi mitra BI Sumut,” ungkapnya.
Menurutnya, tema kegiatan ini merupakan upaya untuk senantiasa mendukung kompetensi wartawan agar dapat terus meningkatkan kualitas pemberitaan dan memperkaya informasi, pengetahuan, dan ilmu para wartawan khususnya terkait dengan isu-isu terkini.
“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat bermanfaat meningkatkan kompetensi dan pengetahuan para wartawan memberikan pemberitaan yang bersifat edukatif dan informatif bagi publik,” sebutnya.
Selain itu Doddy juga berharap kegiatan yang diikuti 61 jurnalis ini untuk turut membantu mengembangkan kapasitas sumber daya manusia nasional yang unggul. dan berkualitas menuju terwujudnya Indonesia maju.
Pada kesempatan itu Doody mengakui, kebijakan ataupun regulasi BI penting diketahui masyarakat termasuk juga penyampaian inflasi dan devaluasi maupun perkembangan perekonomian di Indonesia, khususnya di Sumut.
“Saya yakin dengan dukungan dari media, pandangan pemerintah daerah dan stakeholder terhadap kebijakan BI merupakan hal penting dalam perkembangan ekonomi daerah,” sebut Doddy.
Menurut Doddy, pelatihan ini merupakan suatu hal baik dan penting bagi para media dalam menjalankan tugas dan profesi apalagi di era digitalisasi seperti saat ini.
“Jadi dengan kegiatan ini saya berharap bisa dioptimalkan para media di sela- sela waktu sambil menikmati keindahan wisata Samosir,” pungkas Doddy.
Sementara itu Difi Ahmad Johansyah dalam paparannya mengungkapkan saat ini masyarakat dituntut mampu memahami transformasi dari konvensional ke era digitalisasi.
Sekaitan dengan itu, katanya Finnet menyediakan platform E -Money beserta end user terminal (Kartu, stiker, mobile apps) dan merchant terminal (EDC, mobile apps, QR) serta proses rekonsiliasi dan pelimpahan dana.
“Solusi ini dapat digunakan mitra Bank, merchant retail maupun Komunitas,” ujarnya.
Dengan solusi ini, katanya mitra dapat memiliki layanan e-money tanpa perlu mengajukan lisensi ke Bank Indonesia dengan investasi yang minimum.
Difi juga menyebutkan dengan layanan QRIS adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari BI, di mana satu QR Code dapat dipindai seluruh aplikasi yang menyediakan pembayaran dengan QR Code.
Melalui layanan ini, tambahnya masyarakat bisa melakukan pembayaran melalui seluruh aplikasi uang elektronik, dompet elektronik maupun mobile banking yang telah mempunyai fitur pembayaran QRIS, seperti, Finpay Money, LinkAja, Go-Pay, OVO, ShopeePay, Dana, Bank Mandiri, Bank BCA, Bank BNI dan lainnya yang telah memiliki izin QRIS dari BI. ( swisma)