Deputi Gubernur Senior BI di NSI Day 2023, Prospek Investasi Sumut  Meningkat

Bisnis73 Dilihat

MEDAN-Saat ini ketidakpastian
perekonomian global kembali meningkat sejalan dengan melebarnya divergensi perekonomian AS dan Tiongkok, yang diiringi dengan berlanjutnya ketegangan geopolitik global.

“Meskipun kondisi perekonomian global tersebut masih menunjukkan ketidakpastian yang tinggi, pemulihan ekonomi Indonesia optimis masih akan berlanjut,” kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti pada North Sumatra Invest (NSI) Day 2023 di Hotel JW Marriott Medan, Senin (6/11/2023).

Di tengah berbagai ketidakpastian global tersebut, Destry meyakini investasi di Sumut belum kehilangan gaungnya, baik kepada investor domestik dan asing.

“Kami berkeyakinan investasi di Sumatera Utara akan terus meningkat. Hal ini mengingat pertumbuhan ekonominya berjalan on track,” kata Destry pada ajang NSI Day 2023 yang
bertema “Enhancing North Sumatra Economic Growth through Sustainable Investment and Financial Inclusion”.

Disebutkannya, pada triwulan 2 di 2023, Ekonomi Sumut tumbuh 5,19% (yoy), lebih tinggi dari perekonomian nasional yang tumbuh sebesar 5,17%.

Bila dilihat lebih panjang, rata-rata pertumbuhan ekonomi Sumut selama 5 tahun terakhir (2018-2022) juga sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Nasional sebesar 3,3%.

Menurutnya Sumut selain memiliki posisi geografis yang strategis sebagai pusat perdagangan Indonesia wilayah barat juga menjadi salah satu provinsi terdepan dalam kesiapan infrastruktur berteknologi tinggi untuk mendukung industri yang berkelanjutan.

Salah satu bentuk nyata adalah fasilitas pengolahan limbah terpadu di Kawasan Industri Medan di Deliserdang, yang  diresmikan sejak 2021.

Demikian juga dengan kualitas SDM di Sumut terus menunjukkan perbaikan. Nilai Indeks Pembangunan Manusia tahun 2022 tercatat 72,71; naik 71 bps dibanding tahun sebelumnya. Lebih dari 67% penduduk Sumut juga adalah para generasi produktif (15-64 tahun).

Prospek investasi yang menjanjikan ini terlihat dari realisasi foreign direct investment (FDI) Sumut pada triwulan III di 2023 yang tumbuh 35,44% (yoy) atau sebesar USD 263,85 juta.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh realisasi investasi di sektor Listrik, Gas, dan Air sebesar USD 90,27 juta dan sektor Industri dan Makanan sebesar USD 55,2 juta.

Salah satu upaya BI dalam mendorong/mempromosikan investasi adalah dengan membentuk Investment Relations Unit (IRU) baik di dalam maupun luar negeri.

“Khusus terkait investasi yang sifatnya regional, kami memiliki RIRU (Regional Investment Relations Unit) di 14 provinsi, salah satunya di Sumut ini,” papar Destry.

Dia mengapresiasi Pemprovsu bersama Kantor perwakilan Bank Indonesia Sumut yang terlaksananya NSI 2023 dengan baik.

Sinergi yang telah baik ini, katanya diharapkan dapat semakin kuat dengan adanya dukungan oleh Kementerian Investasi/BKPM dan PT Penjaminan Infrastruktur.

Destry juga mengungkapkan, dalam NSI Day ini memberi peluang bagi project owner di Sumut dan berbagai daerah Sumatera lainnya untuk mempresentasikan lebih luas mengenai potensi, prospek, dan keunggulan proyeknya kepada calon investor.

“Kami berharap forum ini dapat menjadi ruang diskusi antara calon investor dengan para project owner, termasuk kelompok usaha kecil dan menengah (UKM) melalui pembiayaan yang lebih inklusif dari investor potensial,” imbuhnya.

Dia juga meyakini sinergi dan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan merupakan kunci utama dalam membuka peluang kerja sama serta kemitraan untuk mendorong percepatan investasi di Sumut.

Pelaksanaan NSI tahun ini merupakan yang kedua kali dan merupakan bukti konkrit BI dan Pemerintah Daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk mendukung investasi dan ekspor terutama dari Sumut.

Melalui flagship event ini, BI bersama Pemda memfasilitasi pertemuan antara pemilik proyek dengan calon investor, mempromosikan berbagai inovasi serta peluang investasi dan ekspor, serta melakukan
debottlenecking permasalahan investasi.

Pada NSI 2023 ini juga dilakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan sejumlah investor besar, antara lain kerja sama antara KEK Sei Mangkei dengan PT Evyap Sabun Indonesia (HQ: Turki), PT Simedarby Oils Sei Mangkei Refinery (HQ: Malaysia), dan PT Emery Oleochemical Indonesia (HQ: USA).

Tidak hanya untuk industri yang besar, pada event ini juga akan dilakukan kerjasama antara UMKM dengan perusahaan ritel.

“Usaha kami dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sumut selaras dengan kepemimpinan Indonesia dalam ASEAN tahun ini, yang bertemakan ASEAN Matters: Epicentrum of Growth,” ungkapnya.

Tema ini bertujuan untuk menempatkan ASEAN sebagai pusat utama pertumbuhan ekonomi baik di tingkat regional maupun global.

Keselarasan ini lebih lanjut terbukti melalui sinergi antara NSI Day dengan inisiatif capacity building ASEAN, yang bermanfaat dalam mendukung pelaksanaan Keketuaan ASEAN oleh Indonesia.

“Dengan event ini semoga membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh pihak,” pungkasnya. ( swisma)