BI: Neraca Pembayaran 2024 Surplus, Dukung Ketahanan Eksternal

MEDAN-Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sehingga mendukung ketahanan eksternal.

“Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2024 yang tercatat 2,2 miliar dolar AS dipengaruhi kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang kuat, seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja,” kata Perry dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 14-15 Januari 2025.

Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2024 tetap sehat dan diprakirakan dalam kisaran defisit rendah 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB.

Sementara itu, tingginya ketidakpastian pasar keuangan global menurunkan aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik dengan SBN dan SRBI masing-masing hanya mencatat inflows 19 juta dolar AS dan 288 juta dolar AS pada awal tahun 2025 (hingga 13 Januari 2025).

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tercatat tinggi sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Ke depan, NPI pada 2025 diprakirakan tetap sehat seiring dengan surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut dan defisit transaksi berjalan yang terjaga dalam kisaran defisit 0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB.

Surplus neraca transaksi modal dan finansial didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik yang lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik. ( swisma)

Recent Posts