SIW 2025 Diikuti 5.088 Pengunjung, Investasi Syariah Penuh Berkah

Bisnis452 Dilihat

MEDAN-Kesadaran masyatakat  terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang sesuai prinsip syariah terus menunjukkan perkembangan positif.

Hal ini terlihat dari antusiasme tinggi dalam ajang Sharia Investment Week (SIW) 2025 yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama KPEI dan KSEI, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam kegiatan yang digelar hybrid pada 19–21 Juni 2025, SIW menghadirkan tema “The Pursuit of Blessed and Wealthy Life”.

Sebuah pesan kuat bahwa hidup berkah dan sejahtera secara finansial dapat berjalan seiring melalui investasi yang halal, adil, dan transparan.

Selama tiga hari penyelenggaraan, tercatat 5.088 pengunjung mengikuti rangkaian acara, baik secara langsung di Main Hall BEI maupun daring melalui laman siw.idx.co.id dan kanal YouTube IDX.

Sebanyak 52 tenant dari berbagai lembaga dan institusi turut ambil bagian, termasuk anggota bursa Sharia Online Trading System (AB-SOTS), perbankan syariah, manajer investasi, hingga lembaga filantropi Islam.

SIW 2025 juga menghadirkan 7 sesi seminar dan talk show yang melibatkan 24 pembicara dari beragam latar belakang, mulai dari investor, perencana keuangan, tokoh publik hingga praktisi syariah.

Kehadiran figur seperti Nicholas Saputra, Raim Laode, dan Ustaz Koh Dennis Lim menambah daya tarik sekaligus memperluas jangkauan edukasi kepada generasi muda.

Investasi syariah bukan sekadar alternatif finansial, melainkan solusi jangka panjang yang menyeimbangkan nilai ekonomi dan spiritual.

Dengan berpedoman pada fatwa DSN-MUI, produk-produk seperti saham syariah, sukuk, dan reksa dana syariah kini semakin mudah diakses masyarakat melalui platform digital yang aman dan transparan.

Data mencatat, dari 3.330 peserta yang mendaftar di situs SIW, sebanyak 984 di antaranya merupakan investor syariah aktif, sementara 2.346 lainnya adalah calon investor yang baru mulai tertarik dan ingin belajar.

SIW 2025 menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah telah tumbuh melintasi batas-batas usia, profesi, dan lokasi geografis.

Masyarakat semakin sadar bahwa investasi bukan semata tentang keuntungan, melainkan juga tentang keberkahan dan kebermanfaatan.

Sinergi antara BEI, SRO, dan OJK, bersama para mitra strategis dari sektor keuangan syariah, menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pasar modal yang inklusif, berdaya, dan berkelanjutan.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Sumatera Utara, Muhammad Pintor Nasution dalam keterangan persnya dilansir, Senin (30/6/2025), SIW 2025 adalah bukti konkret literasi dan inklusi keuangan syariah tidak lagi menjadi wacana terbatas.

Disebutkannya, masyarakat mulai memahami bahwa investasi berbasis nilai adalah jalan menuju kemandirian finansial yang sehat dan bermartabat.

“Kami optimistis, dengan sinergi berkelanjutan, pasar modal syariah akan menjadi arus utama dalam sistem keuangan nasional,” ujarnya.

Melalui SIW, semangat literasi terus digelorakan. Jalan menuju masa depan ekonomi umat yang berkeadilan kini terbuka lebih luas—dan waktunya adalah sekarang. ( swisma)