Unpri dan KemenP2MI Bangun Migran Centre, Siapkan Pekerja Profesional dan Terlindungi

Edukasi16 Dilihat

MEDAN-Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Kantor KemenP2MI, Jakarta Selatan.

Penandatanganan dilakukan Menteri P2MI, Drs. H. Mukhtarudin, bersama Rektor Unpri, Prof. Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes.

Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi guna membangun sistem penempatan serta perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing global,” kata Prof Chrismis, Senin  Kamis (20/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal KemenP2MI Komjen Pol. Dr. Dwiyono, Staf Khusus Bidang Transformasi Digital Ilham Akbar Mustafa, Kepala BP3MI Sumatera Utara Harold Hamonangan, serta Kepala BP3MI DKI Jakarta Dr. Arman Muis.

Sementara itu, Rektor Unpri didampingi Wakil Rektor IV, Dr. dr. Ali Napiah Nasution, MKT, MKM, Sp.KKLP(K), COPC.

Salah satu poin utama dalam kerja sama ini ialah pengembangan Migran Centre di lingkungan kampus Unpri sebagai pusat layanan terpadu atau one stop service bagi calon pekerja migran.

Fasilitas tersebut nantinya akan melayani berbagai kebutuhan calon PMI, mulai dari pelatihan keterampilan, edukasi prosedur penempatan, hingga pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan.

Menteri P2MI, Drs. H. Mukhtarudin, menyebut dengan dukungan lima rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang dimiliki, Unpri memiliki keunggulan dalam menyediakan layanan medical check-up yang terintegrasi dengan pelatihan berbasis kompetensi.

“Hal ini diharapkan mampu melahirkan tenaga migran dengan keterampilan menengah hingga tinggi yang siap bersaing di pasar global,” ujar menteri P2MI.

Rektor Unpri Prof Chrismis Novalinda menambahkan, kerja sama tersebut juga memperkuat konsep link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri internasional.

Ia menegaskan Unpri terus mendorong penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja global, termasuk peningkatan kemampuan bahasa, keterampilan teknis, dan literasi global.

Inisiatif ini, katanya sejalan dengan visi Sociotechnopreneurship Unpri yang menggabungkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kewirausahaan sosial.

“Mahasiswa tidak hanya disiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga menjadi talenta adaptif yang mampu menciptakan peluang di tingkat internasional,” katanya.

Ke depan, sinergi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi pekerja migran Indonesia menjadi tenaga profesional yang kompeten, berdaya saing, dan terlindungi secara hukum.

Dengan sistem yang terintegrasi sejak bangku kuliah, lulusan Unpri diharapkan siap bekerja sekaligus mampu bersaing di pasar global ( swisma)