MEDAN-Aliansi Keadilan Darma Agung (AKDA) Medan desak Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI segera mengambill sikap dan langkah-langkah dalam penyelesaian permasalahan yang ada di kampus UDA Medan.
Desakan itu disampaikan AKDA Medan yang terdiri dari dosen, mahasiswa dan alumni dalam konferensi pers, di Kota Medan, Rabu (17/6/2026).
Koordinator AKDA, Liston Hutajulu mengatakan, permasalahan dan konflik dua Yayasan UDA Medan ini, sudah berlangsung sekitar satu lebih, sejak Februari 2025 hingga Juni 2026.
Tapi hingga kini belum ada penyelesaian secara tuntast dilakukan Kemendiktisaintek dan LLDikti Wilayah I Sumut.
“Kami yang tergabung dalam AKDA Medan menyampaikan keprihatinan mendalam atas berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan Universitas Darma Agung dan dampaknya terhadap mahasiswa, dosen, serta pegawai,” kata Liston.
Liston menilai berbagai permasalahan yang belum terselesaikan itu menimbulkan ketidakpastian, keresahan, dan berpotensi merugikan hak-hak sivitas akademika.
Karena itu AKDA menyampaikan 8 tuntutan dan permintaan penjelasan, yakni
1- Mendesak Yayasan AHU (Administrasi Hukum Umum) 2025, segera menyelesaikan proses perpindahan homebase dosen, yang hingga saat ini, masih menyisakan ketidakpastian bagi sebagian dosen.
2- Meminta LLDikti Wilayah I Sumut untuk memberikan kejelasan terkait pencairan Beban Kerja Dosen (BKD), yang telah dilaporkan namun hingga kini belum direalisasikan.
3- Meminta Yayasan AHU 2025 memberikan penjelasan terbuka dan resmi terkait ijazah yang diterbitkan pada Agustus 2025. Namun kemudian, dinyatakan tidak sah, sementara mahasiswa mengaku tidak pernah menerima surat resmi mengenai status ijazah tersebut.
4- AKDA juga mendesak penyelesaian administrasi mahasiswa yang telah pindah ke perguruan tinggi lain. Namun hingga saat ini, perpindahannya belum dilaporkan sebagaimana mestinya.
5- Meminta penghentian penagihan biaya kuliah kepada mahasiswa yang telah menyelesaikan kewajiban akademiknya pada yayasan sebelumnya sampai terdapat kepastian hukum yang jelas,” sebut Liston.
6- AKDA meminta klarifikasi resmi terkait informasi mengenai status Gedung Universitas Darma Agung, yang disebut akan dieksekusi oleh ahli waris Almarhum Dr. T.D. Pardede, agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan sivitas akademika.
7- Mendesak pembayaran gaji dan THR dosen serta pegawai yang hingga saat ini belum diterima sebagaimana mestinya.
8- Mendesak kejelasan status pegawai yang dirumahkan tanpa kepastian hubungan kerja serta pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan mereka.
Didampingi perwakilan dosen, mahasiswa dan alumni UDA, Liston mengatakan, mahasiswa, dosen, dan pegawai tidak boleh menjadi korban dari konflik maupun dualisme yang sedang terjadi.
Kepastian pendidikan mahasiswa, perlindungan hak-hak tenaga pendidik, serta kesejahteraan pegawai harus menjadi prioritas utama bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Kami mengajak seluruh pihak terkait, termasuk Yayasan, LLDikti dan instansi pemerintah yang berwenang, untuk segera mengambil langkah konkret demi menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi secara adil, transparan, dan sesuai ketentuan hukum berlaku,” papar Liston
Melalui AKDA ini, pihaknya akan kembali menyurati Kemendiktisaintek RI, DPR RI, DPRD Sumut untuk mendapat membantu dan segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Kampus UDA Medan. Karena, yang akan menjadi korban dampak konflik dualisme yayasan di universitas ini adalah mahasiswa, dosen hingga pegawai.
Dijelaskan Liston, pihaknya
juga menyampaikan permasalahan ke Dirjen Kemendiktisaintek untuk masalah dihadapi sekitar 300 mahasiswa yang akan di wisuda.
“Kami meminta agar tidak ada pengutipan lagi, di luar wisuda. Ternyata, masih ada pengutipan tersebut dilakukan oleh pengurus baru,” kata Liston.
Liston mengatakan pembentukan AKDA ini memfasilitasi permasalahan yang dihadapi mahasiswa, pegawai hingga dosen UDA. Termasuk, terkait soal akademik hingga gaji dan THR dosen yang belum dibayarkan.
“Kami menggelar konferensi pers ini, biar tahu Menteri Mendiktisaintek, Kepala LLDikti tidak mampu menyelesaikan permasalahan ini. Biar masalah ini, cepat terselesaikan dengan cepat dan baik,” ungkap Liston. ( st)






